Bicara Si Kain Putih dan Pencoraknya

infant-baby-boy-cute-toddler-baby-hat-cute-eyes

Saat si kecil dilahirkan
Suci ibarat kain putih
Terserah pada kedua ayah bonda untuk mencoraknya
Syukur si kecil dilahirkan Islam
Dalam dakapan kasih sayang
Bukan dari lembah kehinaan
Yang akhirnya dicampak dalam parit penderitaan.

Si kecil bermonolog:

“Ayah bonda
aku ingin belajar daripada mu
menjadi pencinta yang sejati
yang dapat memberi sinar pada seluruh umat
membuat Tuhan terpesona hingga rela menebarkan cinta-Nya.

Ayah bonda
dunia ialah racun
yang kerap membunuh hambaNya
bimbinglah ku dengan corak-Nya
agar kita semua berbahagia ”
Ayah bonda tersenyum
ini buah cinta dua hati
berjanji untuk bercinta lagi di Firdausi.

“Wahai anakku
kami dambakan kelahiran ulama
kini bukan lagi mimpi
kau harapan.

Anakku,
dunia adalah sementara
tundukkanlah dunia dengan bersihnya jiwa
jadilah kau seorang perwira
yang dapat menakluk mimpi kosong indahnya dunia
berjalan dan berdirilah di landasan kebenaran
di bawah naungan Tuhan
sunnah Quran jadi pegangan.

Jika aku ingin ke syurga
wahai anakku
ku ingin kamu turut serta
berdamping bersama sebagai keluarga bahagia.

Permataku
jangan kau terjebak ke lembah hina
usah hanyut dengan naluri sendiri
buka minda mu anak kecil
melangkahlah ke dunia fana
dengan bekalan iman di dada.

Sayangku
aku berdoa agar
awan kebaikan akan selalu bersamamu
sunnah dan Quran jangan diabaikan
dunia ini penuh persoalan dan permasalahan
kendalikanlah ia dengan ilmu dan iman.”

Tangis bayi kecil memecah sepi
dia masih suci.

Leave a Comment

Powered by WordPress | Deadline Theme : An Awesem design by tg

?